![]()
Makin tipis harapan gembong teroris asal Malaysia, Noordin M Top telah tewas dalam aksi penggerebekan selama 18 jam di sebuah rumah di Desa Beji, Kecamatan Kedu, Temanggung, Jawa Tengah.
Seorang sumber, seperti dikutip Bernama, Selasa 11 Agustus 2009, mengatakan berdasarkan tes DNA, sidik jari, dan rambut pria yang tewas dalam penggerebekan itu tak sesuai dengan data-data Noordin M Top.
Sebanyak 12 kriteria pengujian forensi yang meliputi uji DNA, sidik jari, dinyatakan tak sesuai. "Tes telah selesai dilakukan pada Senin kemarin sekitar pukul 10.00," kata sumber seperti dikutip Bernama.
Polisi juga mengecek bekas luka di alis kiri Top, serta bentuk gigi sesuai keterangan keluarga Noordin di Malaysia.
Secara terpisah, pengamat terorisme Singapura, Rohan Gunaratna mengatakan dia tak percaya Noordin tewas. Menurut dia ada kesalahan identifikasi dalam penggerebekan di Temanggung.
Senada, pakar militer dan intelijen Universitas Parahyangan, Bandung, Dr Anak Agung Banyu Perwita mengatakan polisi terburu-buru melakukan penggerebekan di Temanggung.
"Itu justru menunjukan pasukan khusus tidak profesional. Salah satunya, kalau hanya satu orang dalam rumah tersebut mengapa harus ada 800 polisi yang menyerbu," tambah kata dia kepada VIVAnews, Selasa 11 Agustus 2009.
Kemudian, bagaimana mungkin polisi tak bisa mengenali apakah orang di dalam rumah tersebut Noordin atau bukan. "Padahal mereka sudah mencari sosok Noordin selama enam tahun," tambah dia.
Noordin, kata Banyu Perwita, terlalu cerdik untuk terjebak sendirian dalam sebuah rumah.
Polisi, tambah Banyu Perwita, mengatakan tak ada alasan bagi polisi mengundurkan pengumuman siapa sebenarnya sosok yang ditembak polisi dengan alasan harus ada uji DNA. "Tes DNA itu hanya butuh waktu dua hari, kita punya alatnya, kenapa harus terlalu lama," tambah dia.
Mudah-mudahan, tambah dia, orang yang ditembak polisi benar Noordin karena jika tidak harus ada pertanggungjawaban politik dari Polri. "Citra Indonesia bisa jatuh karena itu," tambah Banyu Perwita.
Noordin diduga ada di belakang sejumlah aksi terorisme di Indonesia, termasuk Bom Bali tahun 2002 yang menewaskan 202 orang. Belakangan, Noordin juga diduga ada di belakang aksi bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton pada Jumat 17 Juli 2009.
Menurut polisi, Noordin bahkan merencanakan dua aksi teroris yang dasyat duka pekan mendatang, peledakan Istana Negara dan kediaman Presiden Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Rencana ini digagalkan polisi dalam penggerebekan di Perumahan Puri Nusapala, Kelurahan Jati Luhur, Kecamatan Jati Asih, Bekasi, Sabtu 8 Agustus 2009 dini hari.













0 Response to "Hasil Tes Forensik: Itu Bukan Noordin M Top"
Post a Comment