Kalau memang jasad dari Temanggung, Jawa Tengah, itu bukan teroris Noordin M Top, itu artinya ekstrimis asal Malaysia itu masih berkeliaran. Kendati demikian, Departemen Luar Negeri tidak meminta pengamanan khusus di kedutaan-kedutaan RI di luar negeri.
"Soal Noordin itu konteks dalam negeri. Kalau untuk kawasan, sudah ada mekanisme kerja sama antar-kepolisian," kata juru bicara Departemen Luar Negeri, Teuku Faizasyah, dalam perbincangan dengan VIVAnews, Rabu, 12 Agustus 2009.
Menurut Faizasyah, pengamanan di seluruh kedutaan besar RI di luar negeri sudah secara langsung ditingkatkan oleh kepolisian. Maka itu, Departemen Luar Negeri tak perlu lagi mengajukan peningkatan keamanan.
"Kami tidak meminta apapun kepada kepolisian karena secara otomatis kepolisian sudah meningkatkan pengamanan. Itu sudah menjadi prosedur tetap kepolisian dan merupakan objek vital," ujar dia.
Seperti diketahui, media di Malaysia, Bernama, Selasa 11 Agustus 2009, mengatakan berdasarkan tes DNA, sidik jari, dan rambut pria yang tewas dalam penggerebekan itu tak sesuai dengan data-data Noordin M Top.
Sebanyak 12 kriteria pengujian forensi yang meliputi uji DNA, sidik jari, dinyatakan tak sesuai. "Tes telah selesai dilakukan pada Senin kemarin sekitar pukul 10.00," kata sumber seperti dikutip Bernama.
Polisi juga mengecek bekas luka di alis kiri Top, serta bentuk gigi sesuai keterangan keluarga Noordin di Malaysia.













0 Response to "Noordin Masih Hidup, KBRI Langsung Diperketat"
Post a Comment